Pilih Semen Berkualitas untuk Bangunan Anda Melalui Sales Semen Conch

Produk semen baru dari sales semen conch telah meramaikan perdagangan di Indonesia, terlebih jika brand ini sudah mendirikan proyek produksi besar yang berada di lima kota.

Kandungan utama semen ini adalah Portland Composite Cement (PCC), yang merupakan semen campur dengan sifat-sifat tertentu. Namun pada dasarnya, semen sendiri tidak hanya terdiri dari jenis PCC saja. Ada jenis lain dengan sifat lainnya juga.

Jenis Semen Biasa Menurut Sales Semen Conch Pamulang

Semen Portland Type I

Jenis semen ini yang paling umum digunakan untuk konstruksi bangunan, seperti rumah pemukiman yang tidak memerlukan persyaratan khusus seperti hidrasi panas dan kekuatan tekan awal.

Semen Portland Type II

Semen ini sangat cocok digunakan sebagai material bangunan di pinggir laut atau tanah rawa, karena jenis ini memiliki karakteristik tahan terhadap asam sulfat dari 0,10-0,20 % dan hidrasi panas sedang.

Semen Portland Type III

Semen ini hanya digunakan pada konstruksi dengan persyaratan khusus, yaitu untuk memenuhi daya tekan awal yang tinggi. Biasanya digunakan untuk membangun bangunan bertingkat tinggi atau bandar udara.

Semen Portland Type IV

Jenis semen ini digunakan dalam kondisi lingkungan dengan panas berhidrasi rendah dan biasanya diatur dengan fase pengerasan tertentu untuk mencegah adanya keretakan.

Semen Portland Type V

Semen ini digunakan untuk mengkonstruksi bangunan dengan daya tahan tinggi terhadap kadar asal sulfat, lebih dari 0,2%. Kegunaannya dirancang untuk membangun bendungan, pelabuhan atau konstruksi dalam air.

Selain dari jenis semen biasa ini, ada jenis lain yaitu jenis semen campur, dimana semen-semen ini dipadukan dengan material tertentu untuk membentuk semen yang memiliki sifat sesuai kebutuhan konstruksi.

Jenis Semen Campur Menurut Sales Semen Conch

Super Portland Pozzolan Composite Cement (PPC)

Jenis semen ini terbentuk dari perpaduan terak, gypsom dan pozzolan, yang digunakan pada konstruksi dermaga irigasi atau jalan raya karena memiliki karakteristik tahan hidrasi panas sedang, tahan sulfat dan sebagainya.

Super Masonry Cement (SMC)

Jenis ini digunakan sebagai bahan baku genteng beton, hollow brick, paving block atau tegel, dan umumnya hanya digunakan untuk konstruksi bangunan rumah atau irigasi.

Portland Composite Cement (PCC)

Jenis semen ini yang digunakan oleh merek semen conch, yaitu memiliki karakteristik berupa kedap air, tahan sulfat, dan tidak mudah retak. Sifat-sifat tersebut bisa dibentuk dari perpaduan material berupa terak, gypsum dan bahan anorganik.

Selain jenis-jenis tersebut, masih ada jenis lain yang sering digunakan untuk konstruksi bangunan dengan atau tanpa persyaratan tertentu. Namun semen conch yang berjenis PCC lah yang paling ramai diperbincangkan, terlebih jika kebutuhan akan semen ini kian meningkat.

Lalu untuk mengatasi peningkatan kebutuhan tersebut, maka produksinya diperbesar dan pendistribusiannya telah menyebar ke seluruh penjuru Indonesia melalui sales semen conch. Tetapi, bagaimana cara membedakan produk semen asli conch dengan yang palsu?

Cara Mengetahui Semen Palsu atau Asli Menurut Sales Semen Conch

Cermati Sak Atas dan Bawah

Perhatikan sak bagian bawah dan atas semen secara baik, jika menemukan tanda-tanda pemalsuan, maka biasanya ada kerusakan zak semen yang terlihat tidak prima.

Menimbang Kembali Seman

Jika terjadi pemalsuan, seperti pengurangan dan ditambahkan zat lain, maka bersat semen setelahnya akan berbeda dari aslinya.

Cermati Butiran Semen

Semen asli memiliki butiran yang halus, dan jika ada butiran yang dirasa kasar atau berbeda dari seharusnya, maka dipastikan sak semen yang Anda beli adalah palsu.

Jika Anda sudah mengetahui jenis-jenis semen dan cara membedakan yang asli maupun palsu. Maka Anda bisa memutuskan untuk memilih salah satu jenis semen tersebut atau memilih merek conch yang sesuai untuk kebutuhan konstruksi rumah Anda, karena memiliki karakteristik dan kegunaan yang paling ideal. Anda bisa memesannya melalui sales semen conch yang tersebar di Indonesia.

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn